Sabtu, 03 Desember 2016

APAKAH ALAM SEMESTA SEBUAH KOMPUTER?




            Salah seorang yang secara emphatik memberi jawaban “ya” atas pertanyaan ini adalah Ed Fredkin. Dia percaya bahwa dunia fisik merupakan sebuah automata seluler raksasa, dan mengklaim bahwa kajian terhadap automata-automata seluler yang mengungkapkan adanya perilaku fisik relistik, termasuk perbaikan-perbaikan semacam relativitas, dapat disimulasi. Kolega Fredkin, Tom Toffoli sama-sama memiliki kepercayaan seperti ini. Suatu waktu di tengah senda guraunya, dia mengatakan bahwa alam semesta adalah sebuah komputer, satu-satunya kesulitannya adalah bahwa ada seseorang yang sedang menggunakannya. Dia mengatakan bahwa kita hanyalah binatang-binatang kecil dalam sebuah mesin kosmis yang besar! “semua apa yang kita lakukan, dia mengklaim adalah membonceng di atas komputasi raksasa yang terus berlangsung, dan mencobaa menemukan bagian mana dari komputasi itu yang kebetulan bergerak mendekati tempat yang kita inginkan”.

            Fredkin dan Toffoli bukannya tanpa pendukung mengenai sudut pandang yang mengejutkan banyak orang itu. Seorang ahli fisika Frank Tipler juga dengan tegas mengemukakan ide tentang penyetaraan alam semesta dengan simulasi buatan alam itu.di samping itu, Tipler menegaskan bahwa simulasi itu tidak harus digerakkan di atas komputer yang sesungguhnya. Bagaimanapun juga sebuah komputer hanyalah sekedar pembalikan (atau pemetaan) seperangkat simbol-simbol abstrak menjadi perangkat simbol yang lain menurut aturan tertentu input → output.
            Perlu dikemukaan di sini bahwa teori-teori fisika kita saat ini pada umumnya tidak dirumuskan dengan cara seperti dalam algoritma komputer, karena mereka memanfaatkan kuantitas-kuantitas yang bervariasi secara kontinyu. Dalam hal ini, ruang dan waktu dianggap terus berkelanjutan. “ kalau ada simulasi yang eksak, kemungkinan komputer akan berbuat persis sama dengan alam”, kata Richard Feymann. Dengan ini maka segala seuatu yang terjadi dalam volume ruang dan waktu yang terbatas harus dapat dianalisis secara eksak bersama sejumlah operasi logika yang terbatas. Namun, teori fisika saat ini mengizinkan ruang untuk tenggelam dalam jarak-jarak infinilesimal. Di lain pihak, kontinyuitas ruang dan waktu hanyalah asumsi-asumsi mengenai dunia. Mereka tidak dapat dibuktikan, karena kita tidak pernah dapat memastikan bahwa pada skala pengukuran terkecil tertentu, jauh di bawah apa yang dapat di observasi, ruang dan waktu mungkin tidak diskontinyu. Apakah artinya ini? Untuk satu hal, dapatlah diartikan bahwa waktu bergerak maju dalam lompatan-lompatan kecil, sebagaimana halnya dalam automata seluler, bukan bergerak secara lembut. Situasinya menyerupai film bioskop yang bergerak maju satu bingkai pada satu waktu.
            Saat ini orang masih tergoda untuk membantah bahwa peta berbeda dari daerah. Sekalipun mungkin ada sebuah komputer kosmis yang mampu mensimulasi dengan tepat aktivitas setiap atom dalam alam semesta, tentu saja komputer itu tidak betul-betul memuat sebuah planet Bumi yang sedang bergerak dalam ruang, sesuatu yang melebihi bibel yang memuat Adam dan Hawa. Sebuah simulasi komputer biasanya dipandang sebagi sekedar representasi, atau citra tentang realitas. Bagaimana seseorang dapat mengklaim bahwa aktivitas yang sedang berlangsung di dalam sebuah komputer elektronik pernah dapat menciptakan dunia nyata?
            Seluruh pembahasan ini meminta pertanyaan yang jelas: bagaimana kita mengatakan bahwa kita sendiri adalah “nyata”, dan bukan sekedar simulasi di dalam sebuah komputer raksasa? “Jelas, kita tidak dapat mengetahuinya”, kata Tipler. Tipler berargumentasi bahwa eksistensi aktual komputer, yang bagi makhluk-makhluk sadar di dalam komputer itu sendiri tak dapat diverifikasi, menjadi tidak relevan.  Mengapa kita mengalami alam semesta universal ini? Tipler percaya bahwa seluruh alam semesta yang mungkin dapat mendukung kesadaran benar-benar dialami. Alam semesta kita bukanlah satu-satunya. Alam semesta lain yang ada, berikut para penghuninya, banyak diantaranya adalah serupa dengan alam semesta kita, karena bagi para penghuninya alam semsta yang mereka miliki setiap bit adalah nyata, sama halnya dengan alam semesta kita yang bagi kita sendiri adalah nyata.
            Program-program yang menyandi alam semsta tidak mampu mendukung makhluk-makhluk yang memiliki kesadaran gerak tanpa diobservasi, dan oleh karena itu dalam pengertian tertentu barangkali dapat dianggap kurang nyata. Perangkat program-program yang dapat menurunkan alam semesta yang dapat dikenal akan menjadi sub-perangkat dari perangkat seluruh program yang mungkin. Dunia milik kita dapat dianggap sebagai tipikal.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang