Salah seorang yang secara emphatik
memberi jawaban “ya” atas pertanyaan ini adalah Ed Fredkin. Dia percaya bahwa
dunia fisik merupakan sebuah automata seluler raksasa, dan mengklaim bahwa
kajian terhadap automata-automata seluler yang mengungkapkan adanya perilaku
fisik relistik, termasuk perbaikan-perbaikan semacam relativitas, dapat
disimulasi. Kolega Fredkin, Tom Toffoli sama-sama memiliki kepercayaan seperti
ini. Suatu waktu di tengah senda guraunya, dia mengatakan bahwa alam semesta
adalah sebuah komputer, satu-satunya kesulitannya adalah bahwa ada seseorang
yang sedang menggunakannya. Dia mengatakan bahwa kita hanyalah
binatang-binatang kecil dalam sebuah mesin kosmis yang besar! “semua apa yang
kita lakukan, dia mengklaim adalah
membonceng di atas komputasi raksasa yang terus berlangsung, dan mencobaa
menemukan bagian mana dari komputasi itu yang kebetulan bergerak mendekati
tempat yang kita inginkan”.
Fredkin dan Toffoli bukannya tanpa
pendukung mengenai sudut pandang yang mengejutkan banyak orang itu. Seorang
ahli fisika Frank Tipler juga dengan tegas mengemukakan ide tentang penyetaraan
alam semesta dengan simulasi buatan alam itu.di samping itu, Tipler menegaskan
bahwa simulasi itu tidak harus digerakkan di atas komputer yang sesungguhnya.
Bagaimanapun juga sebuah komputer hanyalah sekedar pembalikan (atau pemetaan)
seperangkat simbol-simbol abstrak menjadi perangkat simbol yang lain menurut
aturan tertentu input → output.
Perlu dikemukaan di sini bahwa
teori-teori fisika kita saat ini pada umumnya tidak dirumuskan dengan cara
seperti dalam algoritma komputer, karena mereka memanfaatkan
kuantitas-kuantitas yang bervariasi secara kontinyu. Dalam hal ini, ruang dan
waktu dianggap terus berkelanjutan. “ kalau ada simulasi yang eksak,
kemungkinan komputer akan berbuat persis sama dengan alam”, kata Richard
Feymann. Dengan ini maka segala seuatu yang terjadi dalam volume ruang dan
waktu yang terbatas harus dapat dianalisis secara eksak bersama sejumlah
operasi logika yang terbatas. Namun, teori fisika saat ini mengizinkan ruang
untuk tenggelam dalam jarak-jarak infinilesimal.
Di lain pihak, kontinyuitas ruang dan waktu hanyalah asumsi-asumsi mengenai
dunia. Mereka tidak dapat dibuktikan, karena kita tidak pernah dapat memastikan
bahwa pada skala pengukuran terkecil tertentu, jauh di bawah apa yang dapat di
observasi, ruang dan waktu mungkin tidak diskontinyu. Apakah artinya ini? Untuk
satu hal, dapatlah diartikan bahwa waktu bergerak maju dalam lompatan-lompatan
kecil, sebagaimana halnya dalam automata seluler, bukan bergerak secara lembut.
Situasinya menyerupai film bioskop yang bergerak maju satu bingkai pada satu waktu.
Saat ini orang masih tergoda untuk
membantah bahwa peta berbeda dari daerah. Sekalipun mungkin ada sebuah komputer
kosmis yang mampu mensimulasi dengan tepat aktivitas setiap atom dalam alam
semesta, tentu saja komputer itu tidak betul-betul memuat sebuah planet Bumi
yang sedang bergerak dalam ruang, sesuatu yang melebihi bibel yang memuat Adam
dan Hawa. Sebuah simulasi komputer biasanya dipandang sebagi sekedar
representasi, atau citra tentang realitas. Bagaimana seseorang dapat mengklaim
bahwa aktivitas yang sedang berlangsung di dalam sebuah komputer elektronik
pernah dapat menciptakan dunia nyata?
Seluruh pembahasan ini meminta
pertanyaan yang jelas: bagaimana kita mengatakan bahwa kita sendiri adalah
“nyata”, dan bukan sekedar simulasi di dalam sebuah komputer raksasa? “Jelas,
kita tidak dapat mengetahuinya”, kata Tipler. Tipler berargumentasi bahwa
eksistensi aktual komputer, yang bagi makhluk-makhluk sadar di dalam komputer
itu sendiri tak dapat diverifikasi, menjadi tidak relevan. Mengapa kita mengalami alam semesta universal
ini? Tipler percaya bahwa seluruh alam semesta yang mungkin dapat mendukung
kesadaran benar-benar dialami. Alam semesta kita bukanlah satu-satunya. Alam
semesta lain yang ada, berikut para penghuninya, banyak diantaranya adalah serupa
dengan alam semesta kita, karena bagi para penghuninya alam semsta yang mereka
miliki setiap bit adalah nyata, sama halnya dengan alam semesta kita yang bagi
kita sendiri adalah nyata.
Program-program yang menyandi alam
semsta tidak mampu mendukung makhluk-makhluk yang memiliki kesadaran gerak
tanpa diobservasi, dan oleh karena itu dalam pengertian tertentu barangkali
dapat dianggap kurang nyata. Perangkat program-program yang dapat menurunkan
alam semesta yang dapat dikenal akan menjadi sub-perangkat dari perangkat
seluruh program yang mungkin. Dunia milik kita dapat dianggap sebagai tipikal.
