Sabtu, 03 Desember 2016

Filsafat Pendidikan




Apa sesungguhnya tujuan pendidikan itu? Inilah pertanyaan yang harus dijawab filsafat pendidikan. Agar jawabannya memuaskan, sang filsuf harus mengkaji isu-isu mendasar yang bersifat metafisik, epistemologis, moral, dan politik. Filsafat pendidikan tidak akan tuntas tanpa menjawab pertanyaan turunan seperti berikut ini : Apa hakikat manusia? Bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan? Apa manusia? Bagaimana seseorang memperoleh pengetahuan? Apa standar moral yang harus dipegang manusia? Bagaimana semestinya masyarakat diorganisir? Tidaklah cukup sekedar mengkalimatkan tujuan pendidikan. Tujuan itu seyogyanya dirinci sedemikian rupa sehingga metode untuk menggapai tujuan itu jelas. Andaikan tujuan pendidikan itu untuk membuat siswa cerdas, maka pertanyaan berikutnya adalah bagaimana metode mengajarnya agar mereka menjadi cerdas? Dan mata pelajaran apa saja yang harus diajarkan agar mereka verdas? Berfilsafat pendidikan adalah suatu upaya yang sangat kompleks, namun sangat penting. Segala keputusan dalam bidang pendidikan akan sangat tergantung padanya. Jadi, filsafat pendidikan dapat didefinisikan sebagai teori yang mendasari alam pikiran ihwal pendidikan atau suatu kegiatan pendidikan.
      Dalam masyarakat apapun dari zaman dahulu sampai sekarang ini, pendidikan itu dipersepsi sebagai sesuatu yang mulia. Kurikulum pendidikan diniati agar peserta didik berperilaku mulia. Dengan demikian, kurikulum adalah cerminan filsafat yang dipercayai oleh masyarakatnya. Jadi bagaimana kaitan filsafat dengan kurikulum? Kurikulum menggarap aspek tertentu dari filsafat dan lebih melihat manusia dalam bingkai mikrokosmos, sementara filsafat merupakan teori umum ihwal pendidikan dan tugas tim pengembang kurikulum.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang