Sabtu, 03 Desember 2016

Dasar Linguistik dari Logika



Hal yang sama dapat dikatakan untuk logika dalam bahasa. Penggunaan istilah-istilah logika kunci seperti ‘tidak’, ‘dan’, ‘atau’, ‘berimplikasi’, ‘jika dan hanya jika, ‘memuat’, ‘terdapat’, ‘untuk semua’, ‘adalah, dan seterusnya, secara ketat mengikuti aturan-aturan linguistik. (Kita mengabaikan inkonsistensi variasi sehari-hari seperti ‘tidak-tidak = tidak, yang ditolak oleh matematika dan logika). Aturan-aturan ini tetap sebagaimana kebenaran pernyataan dasar seperti ‘Jika A, maka A atau B’, dan aturan-aturan inferensi seperti ‘A’ dan ‘A berimplikasi B’ bersama-sama berarti ‘B’. Aturan-aturan ini mencerminkan penggunaan istilah tersebut, dan maknanya (menurut Wittgenstein). Aturan dan kesepakatan logika yang mendukung lebih dari sekadar ‘kebenaran’ dari logika. Sebagaimana telah kita lihat, mereka juga mendukung hubungan logis, termasuk implikasi dan kontradiksi. Jadi penalaran, dan memang, seluruh dasar argumen rasional, berpijak pada aturan-aturan bersama bahasa.
Bentuk-bentuk yang lebih abstrak dan kuat dari logika yang digunakan dalam matematika, juga berada pada logika yang tertanam dalam penggunaan bahasa alamiah. Namun, aturan-aturan dan makna logika matematika menyatakan versi terformalkan dan penghalusan logika ini. Mereka memperbaiki sebuah eratan himpunan permainan bahasa yang tumpang tindih dengan logika bahasa alami.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang