Hatta mengatakan bahwa pengertian filsafat lebih
baik tidak dibicarakan lebih dulu; nanti bila orang telah banyak mempelajari
filsafat orang itu akan mengerti dengan sendirinya apa filsafat itu. Langeveld
juga berpendapat seperti itu. Katanya, setelah orang berfilsafat sendiri, barulah
ia maklum apa filsafat itu; makin dalam ia berfilsafat akan semakin mengerti
apa filsafat itu. Pendapat Hatta dan Langeveld itu benar, tetapi apa salahnya
mencoba menjelaskan pengertian filsafat dalam bentuk suatu uraian. Dari uraian
itu diharapkan pembaca mengetahui apa filsafat itu, sekalipun belum lengkap.
Dan dari itu akan dapat ditangkap apa itu pengetahuan filsafat.
Poedjawijatna mendefinisikan
filsafat sebagai sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam –
dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka. Hasbullah Bakry
mengatakan bahwa filsafat itu sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala
sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesra, dan manusia, sehingga
dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat
dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah
mencapai pengetahuan itu. Definisi Poedjawijatna dan Hasbullah Bakry
menjelaskan satu hal yang penting yaitu bahwa filsafat itu pengetahuan yang diperoleh
dari berpikir. Seperti yang sudah dijelaskan pada Bab 1, memang ciri khas
filsafat ialah ia diperoleh dengan berpikir dan hasilnya berupa pemikiran (yang
logis tetapi tidak empiris).
Apa yang diingatkan oleh Hatta dan
Langeveld memang ada benarnya. Kita sebenarnya tidak cukup hanya dengan
mengatakan filsafat ialah hasil pemikiran yang tidak empiris, karena pernyataan
itu memang belum lengkap. Bertnard Russel menyatakan bahwa filsafat adalah the attempt to answer ultimate question
critically mendefinisikan filsafat sebagai pemikiran teoritis tentang
susunan kenyataan sebagai keseluruhan. William James menyimpulkan bahwa
filsafat ialah a collection name for
question which have asked them. Namun, dengan mengatakan bahwa filsafat
ialah hasil pemikiran yang hanya logis, kita telah menyebutkan inti sari
filsafat. Dengan demikian, pengetahuan filsafat ialah pengetahuan yang logis
dan tidak empiris.
