Tujuan
berfilsafat ialah menemukan kebenaran yang sebenarnya, yang terdalam. Jika
hasil pemikiran itu disusun, maka susunan itulah yang kita sebut Sistematika
Filsafat. Sistematika atau Struktur Filsafat dalam garis besar terdiri atas
ontology, epistemology, dan aksiologi.
Isi
setiap cabang filsafat ditentukan oleh objek apa yang dipikirkannya. Jika ia
memikirkan pendidikan maka jadilah Filsafat Pendidikan. Jika yang dipikirkannya
hukum maka hasilnya tentulah Filsafat Hukum, dan seterusnya. Seberapa luas yang
mungkin dapat dipikirkan? Luas sekali. Yaitu semua yang ada dan mungkin ada.
Inilah objek filsafat. Jika ia memikirkan pengetahuan jadilah ia Filsafat Ilmu,
jika memikirkan etika jadilah Filsafat Etika, dan seterusnya.
Objek
penelitian filsafat lebih luas dari objek penelitian sain. Sain hanya meneliti
objek yang ada, sedangkan filsafat meneliti objek yang ada dan mungkin ada.
Sebenarnya masih ada objek lain yang disebut objek forma yang menjelaskan sifat
kemendalaman penelitian filsafat. Ini dibicarakan pada epistemology filsafat.
Perlu juga
ditegaskan bahwa sain meneliti objek – objek yang ada dan empiris; yang ada
tetapi abstrak (tidak empiris) tidak dapat diteliti oleh sain. Sedangkan
filsafat meneliti objek yang ada tetapi abstrak, adapun yang mungkin ada, sudah
jelas abstrak, itu pun jika ada.
