Rabu, 28 September 2016

Filsafat Pendidikan, Siapa Masih Peduli?

             Dimensi filsafat dalam pendidikan mempersoalkan pernyataan dasar mengenai apakah pendidikan itu? Apa tujuannya? Dengan demikian, dimensi filsafat mencoba menjawab persoalan pendidikan pada dirinya sendiri atau pendidikan qua pendidikan? Dewasa ini persoalan mendasar tentang pendidikan qua pendidikan tampaknya kurang diminati, karena dianggap tidak menyumbangkan pemikiran yang bisa dipakai untuk pemecahan langsung terhadap persoalan – persoalan yang dihadapi masyarakat menyangkut praktik pendidikan. Atau, barangkali masyarakat sudah sedemikian terobsesi oleh begitu banyaknya persoalan pragmatis dan terjerat dalam labirin persoalan praktis, sehingga tidak mampu lagi keluar untuk mencari ujung benang kusut dari seluruh persoalan pendidikan. Kalau demikian, dimensi filsafat sebetulnya justru memperlihatkan urgensinya yang nyata saat ini juga.
 
      Dimensi filsafat memamng kurang mendapatkan perhatian dalam wacana pendidikan kita, karena dianggap abstrak dan idealis. Situasi ini diperberat oleh perkembangan mental baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat umum yang terbawa oleh arus neo-liberal, yang mempunyai kecenderungan memikirkan persoalan pendidikan secara pragmatis, atas dasar permintaan dan kebutuhan pasar yang sesaat-sesaat. Bahkan sudah diketahui umum bahwa capital-kapital besar bisa juga menciptakan dan menyebarluaskan kebutuhan, termasuk mdoel-model dan tujuan pendidikan. Dalam situasi seperti ini, konsep manusia sebagai dasar pemikiran tentang pendidikan kurang banyak didalami dan karenanya menjadi kabur, sementara konsep lama yang masih dipegang teguh sudah tidak mencerminkan keadaan yang nyata dan karenanya tidak memadai lagi untuk pendasaran kehidupan zaman sekarang. Jadi saat ini, kita sangat membutuhkan pemikiran filsafat yang baru menyangkut pendidikan.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang