Dalam
masyarakat kita dewasa ini ada keinginan yang sangat kuat untuk menjadikan
pendidikan sebagai tumpuan harapan bagi masa depan bangsa dan negara. Para
pemuka masyarakat biasanya mempunyai jangkauan yang agak jauh ke depan. Mereka
sering mengungkapkan pandangan bahwa pendidikan harus mampu menngkatkan sumber
daya manusia, mencetak pemimpin-pemimpin cerdas untuk masa depan, mampu
memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk bekerja dan
berperan dalam pembangunan negara, membina akhlak dan moral masyarakatnya, dan
mempersiapkan mereka menjadi generasi penerus atau pembaharu perubahan sosial.
Akan tetapi, kebanyakan orang tua mempunyai pemikiran yang sederhana bahwa dengan memasukkan anak dalam sekolah, mereka boleh berharap anaknya kelak akan lebih mudah memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang baik dan mmepunyai kedudukan yang terhormat. Pertanyaan kita adalah apakah harapan masyarakat ini tidak berlebihan? Apakah semua yang diungkapkan di atas merupakan kompetensi pendidikan saja, lebih-lebih jikalau pendidikan sebagaimana lazim dimengerti, terbatas pada sekolah-sekolah?
Akan tetapi, kebanyakan orang tua mempunyai pemikiran yang sederhana bahwa dengan memasukkan anak dalam sekolah, mereka boleh berharap anaknya kelak akan lebih mudah memperoleh pekerjaan dengan penghasilan yang baik dan mmepunyai kedudukan yang terhormat. Pertanyaan kita adalah apakah harapan masyarakat ini tidak berlebihan? Apakah semua yang diungkapkan di atas merupakan kompetensi pendidikan saja, lebih-lebih jikalau pendidikan sebagaimana lazim dimengerti, terbatas pada sekolah-sekolah?
Yang
pertama harus disadari ialah, tidak seluruh harapan tersebut menjadi beban dan
tanggungan lembaga pendidikan formal saja. Dalam masyarakat modern terdapat
banyak lembaga yang menangani banyak hal yang berlainan. Semakin modern suatu
masyarakat, semakin banyak lembaganya. Akan tetapi, kendati pun demikian setiap
lembaga mempunyai tugas-tugas khusus yang berlainan, namun setiap kegiatan dari
lembaga itu semestinya memperlihatkan juga aspek edukatif, yang mendorong warga
masyarakat untuk semakin mendewasakan dan memanusiakan diri.
Berikut
kami akan membahas tiga topic yang sering dikemukakan dan menjadi persoalan
dalam pendidikan: moral, agama, dan nilai. Persoalan moral, agama, dan nilai
dalam rangka pendidikan merupakan persoalan yang amat rumit. Sebetulnya ketiga
hal tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Namun, untuk dapat
melihat hubungannya satu dengan yang lain, tidak boleh tidak kita mesti
melihatnya satu per satu, tentu saja dengan pengertian bahwa pemisahan ini
hanyalah dalam rangka metodis. Seperti tampak dalam pembicaraan, kesatuan
antara ketiga persoalan begitu eratnya sehingga dalam pemahaman mengenai
masing-masing itu, tumpang tindih tak dapat dihindari.
