Kamis, 13 Oktober 2016

Cara Filsafat Menyelesaikan Masalah



Kegunaan filsafat yang lain ialah sebagai methodology, maksudnya sebagai metode dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah bahkan sebagai metode dalam memandang dunia (world view). Dalam hidup kita, kita menghadapi banyak masalah. Masalah artinya kesulitan. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah itu terselesaikan. Ada banyak cara dalam menyelesaikan masalah, mulai dari yang amat sederhana sampai ke yang rumit.
Ada rapat di sebuah RT, yang dibicarakan masalah keamanan. Pak ketua RT menyatakan bahwa akhir – akhir ini di kampong kita banyak pencurian, tidak seperti biasanya. Menanggapi itu hamper semua orang yang hadir mengusulkan agar ronda malam dipergiat. Inilah kira – kira cara orang awam menyelesaikan masalah.
Disitu ada seseorang yang berpendapat lain. Ia bertanya apa saja barang yang biasanya divuri, sejak bulan apa, pada pukul berapa biasanya terjadi. Lantas ia mengusulkan selain mneggiatkan ronda, sebaiknya digiatkan juga pengajian. Ia melakukan identifikasi lebih dahulu, lantas ia melihat penyebab lebih mendasar. Ia piker, bila perondanya bermoral buruk, bisa – bisa peronda itu sendiri yang mencuri. Orang ini ilmuwan. Kira – kira beginilah penyelesaian sain. Filsafat pun memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan masalah.
Sesuai dengan sifatnya, filsafat mneyelesaikan masalah secara mendalam dan universal. Penyelesaian filsafat bersifat mendalam, artinya ia ingin mencari asal masalah. Universal, artinya filsafat ingin masalah itu dilihat dalam hubungan seluas – luasnya agar nantinya penyelesaian itu cepat dan berakibat seluas mungkin.
Banyak orang Islam tidak menyenangi sebagian budaya Barat, khususnya tentang kebebasan seks. Mereka mengatakan kebebasan seks harus diberantas. Ini penyelesaian langsung. Sedikit mendalam bila kita mengusulkan perketat masuknya informasi dari Barat terutama yang menyangkut kebebasan seks, atau kita mengusulkan sensor film diperberat. Filsafat belum puas dengan penyelasain itu. Lalu bagaimana?
Filsafat mmepelajari asal usul kebebasan seks itu. Ditemukan, itu muncul dari paham Hedonisme. Maka kita perangi paham itu. Filosof lain belum juga puas, karena menurutnya Hedonisme itu belum penyebab paling awal, Hedonisme itu sebenarnya turunan Pragmatisme. Pragmatism itu bersama dengan Liberalisme lahir dari Rasionalisme. karena itu filosof ini mengatakan yang paling strategis ialah memrangi Rasionalisme itu. Apakah Rasionalisme itu penyebab pertama munculnya kebebasan seks? Untuk sementara, sepertinya ya. Maka untuk memberantas kebebasan seks kita harus menjelaskan bahwa Rasionalisme itu adalah pemikiran yang salah.
Penyelesaian ini mendalam, karena telah menemukan penyebab paling asal. Penyelesaian itu juga universal, karena yang akan diperbaiki pada akhirnya kelak bukan hanya persoalan kebebasan seks, hal – hal lain yang merupakan turunan Rasionalisme juga akan dengan sendirinya hilang.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang