Kegunaan filsafat
yang lain ialah sebagai methodology, maksudnya sebagai metode dalam menghadapi
dan menyelesaikan masalah bahkan sebagai metode dalam memandang dunia (world
view). Dalam hidup kita, kita menghadapi banyak masalah. Masalah artinya
kesulitan. Kehidupan akan dijalani lebih enak bila masalah itu terselesaikan.
Ada banyak cara dalam menyelesaikan masalah, mulai dari yang amat sederhana
sampai ke yang rumit.
Ada
rapat di sebuah RT, yang dibicarakan masalah keamanan. Pak ketua RT menyatakan
bahwa akhir – akhir ini di kampong kita banyak pencurian, tidak seperti
biasanya. Menanggapi itu hamper semua orang yang hadir mengusulkan agar ronda
malam dipergiat. Inilah kira – kira cara orang awam menyelesaikan masalah.
Disitu
ada seseorang yang berpendapat lain. Ia bertanya apa saja barang yang biasanya
divuri, sejak bulan apa, pada pukul berapa biasanya terjadi. Lantas ia
mengusulkan selain mneggiatkan ronda, sebaiknya digiatkan juga pengajian. Ia
melakukan identifikasi lebih dahulu, lantas ia melihat penyebab lebih mendasar.
Ia piker, bila perondanya bermoral buruk, bisa – bisa peronda itu sendiri yang
mencuri. Orang ini ilmuwan. Kira – kira beginilah penyelesaian sain. Filsafat
pun memiliki cara tersendiri dalam menyelesaikan masalah.
Sesuai
dengan sifatnya, filsafat mneyelesaikan masalah secara mendalam dan universal.
Penyelesaian filsafat bersifat mendalam, artinya ia ingin mencari asal masalah.
Universal, artinya filsafat ingin masalah itu dilihat dalam hubungan seluas –
luasnya agar nantinya penyelesaian itu cepat dan berakibat seluas mungkin.
Banyak
orang Islam tidak menyenangi sebagian budaya Barat, khususnya tentang kebebasan
seks. Mereka mengatakan kebebasan seks harus diberantas. Ini penyelesaian
langsung. Sedikit mendalam bila kita mengusulkan perketat masuknya informasi
dari Barat terutama yang menyangkut kebebasan seks, atau kita mengusulkan
sensor film diperberat. Filsafat belum puas dengan penyelasain itu. Lalu
bagaimana?
Filsafat
mmepelajari asal usul kebebasan seks itu. Ditemukan, itu muncul dari paham
Hedonisme. Maka kita perangi paham itu. Filosof lain belum juga puas, karena
menurutnya Hedonisme itu belum penyebab paling awal, Hedonisme itu sebenarnya
turunan Pragmatisme. Pragmatism itu bersama dengan Liberalisme lahir dari
Rasionalisme. karena itu filosof ini mengatakan yang paling strategis ialah
memrangi Rasionalisme itu. Apakah Rasionalisme itu penyebab pertama munculnya
kebebasan seks? Untuk sementara, sepertinya ya. Maka untuk memberantas
kebebasan seks kita harus menjelaskan bahwa Rasionalisme itu adalah pemikiran
yang salah.
Penyelesaian ini
mendalam, karena telah menemukan penyebab paling asal. Penyelesaian itu juga
universal, karena yang akan diperbaiki pada akhirnya kelak bukan hanya
persoalan kebebasan seks, hal – hal lain yang merupakan turunan Rasionalisme
juga akan dengan sendirinya hilang.