Setiap manusia memiliki kepribadian yang
berbeda-beda. Kepribadian tersebut secara umum digolongkan ke dalam dua tipe,
yakni ekstrovert dan introvert. Menurut Suryabrata, seseorang dengan
kepribadian ekstrovert lebih berorientasi ke dunia luar artinya cenderung
bersikap positif terhadap lingkungan sekitarnya. Sosok ekstrovert biasanya
mudah bergaul, menyukai hal-hal yang baru, ramah, dan terbuka.
Berbeda dengan
ekstrovert, sosok introvert sering kali dianggap sebagai orang yang pemalu
padahal orang yang pemalu belum tentu dapat dikatakan berkepribadian introvert.
Menurut Eysenck, seseorang dengan kepribadian introvert memiliki sifat tenang,
suka merawat diri, bersikap hati-hati, pemikir, suka menyendiri, dan berorientasi
pada tugas.
Dilihat dari berbagai
ciri-ciri tersebut, saya cenderung berkepribadian introvert. Hal lainnya yang
menunjukkan kecenderungan tersebut adalah ketika bertemu dengan orang baru,
saya tidak akan memulai percakapan terlebih dahulu dengannya apabila orang
tersebut tidak memulainya. Jadi, saya tidak akan berbicara jika tidak ditanya.
Menyadari bahwa saya
merupakan sosok introvert, saya mulai mengikuti kegiatan organisasi sejak duduk
di bangku SMA. Hal ini saya lakukan karena mendapatkan suatu pengalaman dari
kakak kelas saya bahwa ia merupakan sosok introvert tetapi ia mampu berbicara
dengan baik di depan umum setelah ia berorganisasi. Meskipun demikian, sisi
introvertnya tetap ada dalam dirinya tetapi kadarnya berkurang. Setelah mencoba ikut berorganisasi, saya pun
merasakan hal yang sama bahwa saya sedikit lebih berani berbicara di depan
orang banyak.