1. Edward Madden menyatakan bahwa lingkup/ bidang kajian filsafat ilmu adalah :
a. Probabilitas
b. Induksi
c. Hipotesis
2. Ernest Nagel :
a. Logical pattern exhibited by explanation in the sciences
b. Construction of scientific concepts
c. Validation of scientific conclusions
3. Scheffer :
a. The role of science in society
b. The world pictured by science
Dari tiga pendapat tersebut nampak bahwa semua itu lebih bersifat menambah
terhadap lingkup kajian filsafat ilmu. Jujun S. Suriasumantri menyatakan bahwa
filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi yang secara spesifik mengkaji
hakekat ilmu. (Suriasumantri, 1996).
Dalam ilmu pendidikan, filsafat ilmu menempati posisi secara analog dengan
ilmu pengetahuan yang lain dengan mengajukan permasalahan dalam bentuk
pertanyaan. Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan telahaan berkaitan dengan
objek apa yang ditelaah oleh ilmu (ontologi), bagaimana proses pemerolehan ilmu
(epistemologi), dan bagaimana manfaat ilmu (axiologi), oleh karena itu lingkup
induk telaahan filsafat ilmu adalah:
1. Ontologi
2. Epistemologi
3. Axiologi
Memanfaatkan filsafat ilmu sebagai titik tolak membuat kita bisa menjelajah
berbagai filsafat pengetahuan lainnya termasuk di dalamnya filsafat ilmu
pendidikan. Filsafat di sini merupakan pengetahuan tentang hakikat. Substansi
dari hakikat adalah paradigma dasar dari pengetahuan. Paradigma diartikan
sebagai cara memandang sesuatu. Dalam ilmu pengetahuan dimaknai sebagai model,
pola, ideal. Dari model-model ini fenomen yang dipandang dijelaskan. Juga
diartikan sebagai dasar untuk menyeleksi problem-problem dan pola untuk
memecahkan problem-problem riset. (Bagus 1996).
Terkait dengan peranan filsafat ilmu sebagai landasan pengembangan ilmu
pendidikan maka tidak lepas dari induk telaahannya yaitu ontologi. Ontologi
berkaitan tentang apa obyek yang ditelaah ilmu pendidikan, dalam kajian ini
mencakup masalah realitas pendidikan dan kenampakannya (reality and
appearance). Realitas adalah apa yang nyata atau ada eksistensinya, sedangkan kenampakan adalah yang nampaknya saja nyata (Ali, 1987). Juga bagaimana hubungan ke dua hal
tersebut dengan subjek/manusia. Epistemologi dipandang identik dengan teori
pengetahuan. Pada saat sekarang teori pengetahuan tidak mungkin diabaikan.
Epistemologi ilmu pendidikan berkaitan dengan bagaimana proses diperolehnya
ilmu pendidikan, bagaimana prosedurnya untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang
benar. Axiologi berkaitan dengan apa manfaat ilmu pendidikan, bagaimana
hubungan etika dengan ilmu, serta bagaimana mengaplikasikan ilmu pendidikan
dalam kehidupan. Ruang lingkup telaahan filsafat ilmu sebagaimana diungkapkan
di atas di dalamnya sebenarnya menunjukan hal-hal yang dikaji dalam filsafat
ilmu. Masalahmasalah dalam filsafat ilmu pada dasarnya menunjukan topik-topik
kajian yang dapat masuk ke dalam salah satu lingkup filsafat ilmu pendidikan.
Adapun masalah-masalah tersebut adalah:
1. masalah-masalah metafisis
2. masalah-masalah epistemologis
3. masalah-masalah metodologis
4. masalah-masalah logis
5. masalah-masalah etis
6. masalah-masalah tentang estetika
Metafisika merupakan telaahan atau teori tentang yang ada, istilah
metafisika ini terkadang dipadankan dengan ontologi, karena sebenarnya
metafisika juga mencakup telaahan lainnya seperti telaahan tentang bukti-bukti
adanya Tuhan. Epistemologi merupakan teori pengetahuan dalam arti umum baik itu
kajian mengenai pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah, maupun pengetahuan
filosofis, metodologi ilmu adalah telaahan atas metode yang dipergunakan oleh
suatu ilmu, baik dilihat dari struktur logikanya, maupun dalam hal validitas
metodenya. Masalah logis berkaitan dengan telaahan mengenai kaidah-kaidah
berfikir benar, terutama berkenaan dengan metode deduksi. Problem etis
berkaitan dengan aspek-aspek moral dari suatu ilmu, apakah ilmu itu hanya untuk
ilmu, ataukah ilmu juga perlu memperhatikan kemanfaatannya dan kaidahkaidah
moral masyarakat. Sementara itu masalah estetis berkaitan dengan dimensi
keindahan atau nilai-nilai keindahan dari suatu ilmu, terutama bila berkaitan
dengan aspek aplikasinya dalam kehidupan masyarakat.
