Senin, 28 November 2016

Filsafat Ilmu Sebagai Landasan Pengembangan Ilmu Pendidikan

        Ruang lingkup bidang kajian filsafat ilmu mengalami perkembangan secara terus menerus, hal ini tidak terlepas dengan interaksi antara filsafat dan ilmu yang makin intens. Bidang kajian yang menjadi telaahan filsafat ilmu pun berkembang dan diantara para ahli terlihat perbedaan dalam menentukan lingkup kajian filsafat ilmu, meskipun bidang kajian induknya cenderung sama. Perbedaannya lebih terlihat dalam perincian topik telaahan. Berikut ini beberapa pendapat ahli tentang lingkup kajian filsafat ilmu:
1.      Edward Madden menyatakan bahwa lingkup/ bidang kajian filsafat ilmu adalah :
a.       Probabilitas
b.      Induksi
c.       Hipotesis
2.      Ernest Nagel :
a.       Logical pattern exhibited by explanation in the sciences
b.      Construction of scientific concepts
c.       Validation of scientific conclusions
3.      Scheffer :
a.       The role of science in society
b.      The world pictured by science
c.       The foundations of science (Suriasumantri, 1996)
Dari tiga pendapat tersebut nampak bahwa semua itu lebih bersifat menambah terhadap lingkup kajian filsafat ilmu. Jujun S. Suriasumantri menyatakan bahwa filsafat ilmu merupakan bagian dari epistemologi yang secara spesifik mengkaji hakekat ilmu. (Suriasumantri, 1996).
Dalam ilmu pendidikan, filsafat ilmu menempati posisi secara analog dengan ilmu pengetahuan yang lain dengan mengajukan permasalahan dalam bentuk pertanyaan. Pada dasarnya filsafat ilmu merupakan telahaan berkaitan dengan objek apa yang ditelaah oleh ilmu (ontologi), bagaimana proses pemerolehan ilmu (epistemologi), dan bagaimana manfaat ilmu (axiologi), oleh karena itu lingkup induk telaahan filsafat ilmu adalah:
1.      Ontologi
2.      Epistemologi
3.      Axiologi
Memanfaatkan filsafat ilmu sebagai titik tolak membuat kita bisa menjelajah berbagai filsafat pengetahuan lainnya termasuk di dalamnya filsafat ilmu pendidikan. Filsafat di sini merupakan pengetahuan tentang hakikat. Substansi dari hakikat adalah paradigma dasar dari pengetahuan. Paradigma diartikan sebagai cara memandang sesuatu. Dalam ilmu pengetahuan dimaknai sebagai model, pola, ideal. Dari model-model ini fenomen yang dipandang dijelaskan. Juga diartikan sebagai dasar untuk menyeleksi problem-problem dan pola untuk memecahkan problem-problem riset. (Bagus 1996).
Terkait dengan peranan filsafat ilmu sebagai landasan pengembangan ilmu pendidikan maka tidak lepas dari induk telaahannya yaitu ontologi. Ontologi berkaitan tentang apa obyek yang ditelaah ilmu pendidikan, dalam kajian ini mencakup masalah realitas pendidikan dan kenampakannya (reality and appearance). Realitas adalah apa yang nyata atau ada eksistensinya, sedangkan kenampakan adalah yang nampaknya saja nyata (Ali, 1987). Juga bagaimana hubungan ke dua hal tersebut dengan subjek/manusia. Epistemologi dipandang identik dengan teori pengetahuan. Pada saat sekarang teori pengetahuan tidak mungkin diabaikan. Epistemologi ilmu pendidikan berkaitan dengan bagaimana proses diperolehnya ilmu pendidikan, bagaimana prosedurnya untuk memperoleh pengetahuan ilmiah yang benar. Axiologi berkaitan dengan apa manfaat ilmu pendidikan, bagaimana hubungan etika dengan ilmu, serta bagaimana mengaplikasikan ilmu pendidikan dalam kehidupan. Ruang lingkup telaahan filsafat ilmu sebagaimana diungkapkan di atas di dalamnya sebenarnya menunjukan hal-hal yang dikaji dalam filsafat ilmu. Masalahmasalah dalam filsafat ilmu pada dasarnya menunjukan topik-topik kajian yang dapat masuk ke dalam salah satu lingkup filsafat ilmu pendidikan. Adapun masalah-masalah tersebut adalah:
1.      masalah-masalah metafisis
2.      masalah-masalah epistemologis
3.      masalah-masalah metodologis
4.      masalah-masalah logis
5.      masalah-masalah etis
6.      masalah-masalah tentang estetika
Metafisika merupakan telaahan atau teori tentang yang ada, istilah metafisika ini terkadang dipadankan dengan ontologi, karena sebenarnya metafisika juga mencakup telaahan lainnya seperti telaahan tentang bukti-bukti adanya Tuhan. Epistemologi merupakan teori pengetahuan dalam arti umum baik itu kajian mengenai pengetahuan biasa, pengetahuan ilmiah, maupun pengetahuan filosofis, metodologi ilmu adalah telaahan atas metode yang dipergunakan oleh suatu ilmu, baik dilihat dari struktur logikanya, maupun dalam hal validitas metodenya. Masalah logis berkaitan dengan telaahan mengenai kaidah-kaidah berfikir benar, terutama berkenaan dengan metode deduksi. Problem etis berkaitan dengan aspek-aspek moral dari suatu ilmu, apakah ilmu itu hanya untuk ilmu, ataukah ilmu juga perlu memperhatikan kemanfaatannya dan kaidahkaidah moral masyarakat. Sementara itu masalah estetis berkaitan dengan dimensi keindahan atau nilai-nilai keindahan dari suatu ilmu, terutama bila berkaitan dengan aspek aplikasinya dalam kehidupan masyarakat.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang