Inti dari
tradisi fenomenologi adalah mengamati kehidupan dalam keseharian dalam suasana
yang alamiah.Tradisi memandang manusia secara aktif mengintrepretasikan
pengalaman mereka sehingga mereka dapat memahami lingkungannya melalui
pengalaman personal dan langsung dengan lingkungannya.Titik berat tradisi
fenomenologi adalah Pada bagaimana individu mempersepsi serta memberikan
interpretasi pada pengalaman subyektifnya. Adapun varian dari tradisi
Fenomenologi ini adalah,:
1.
Fenomena
Klasik, percaya pada kebenaran hanya bisa didapatkan melalui pengarahan
pengalaman, artinya hanya mempercayai suatu kebenaran dari sudut pandangnya
tersendiri atau obyektif.
2.
Fenomenologi
Persepsi, percaya pada suatu kebenaran bisa di dapatkan dari sudut pandang yang
berbeda – beda, tidak hanya membatasi fenomenologi pada obyektifitas, atau bisa
dikatakan lebih subyektif.
3.
Fenomenologi
Hermeneutik, percaya pada suatu kebenaran yang di tinjau baik
dari aspek obyektifitas maupun subyektifitasnya, dan juga disertai dengan
analisis guna menarik suatu kesimpulan.
