Perenialisme berpendapat bahwa segala sesuatu yang dapat diketahui dan
merupakan kenyataan adalah apa yang terlindung pada kepercayaan. Kebenaran
adalah sesuatu yang menunjukkan kesesuaian antara piker dengan benda-benda.
Pengetahuan merupakan hal yang sangat penting karena ia merupakan pengolahan akal
pikiran yang konsekuen.
Menurut perenialisme filsafat yang tertinggi adalah ilmu metafisika.
Sebab science sebagai ilmu pengetahuan menggunakan metode induktif yang
bersifat analisa empiris kebenarannya terbatas, relative atau kebenaran
probability. Ilmu pengetahuan merupakan filsafat yang tertinggi menurut
perenialisme, karena dengan ilmu pengetahuanlah seseorang dapat berpikir secara
induktif yang bersifat analisa. Menurut perenialisme penguasaan pengetahuan
mengenai prinsip-prinsip pertama adalah modal bagi seseorang untuk
mengembangkan pikiran dan kecerdasan. Dengan demikian ia telah mampu
mengembangkan suatu paham.
Anak didik yang diharapkan menurut perenialisme adalah mapu mengenal dan
mengembangkan karya-karya yang menjadi landasan pengembangan disiplin mental.
Dengan mengetahui tulisan yang berupa pikiran dari para ahli yang terkenal,
yang sesuai dengan bidangnya maka anak didik akan mempunyai dua keuntungan
yakni :
1.Anak-anak akan mengetahui apa yang
terjadi pada masa lampau yang telah dipikirkan oleh orang-orang besar.
2.Mereka memikirkan peristiwa-peristiwa
penting dan karya-karya tokoh tersebut untuk diri sendiri dan sebagai bahan
pertimbangan (reverensi) zaman sekarang.
Tugas utama pendidikan adalah mempersiapkan anak didik kea rah kemasakan.
Sekolah sebagai tempat utama dalam pendidikan yang mempersiapkan anak didik kea
rah kemasakan melalui akalnya dengan memberikan pengetahuan. Keberhasialn anak
dalam akalnya sangat tergantung kepada guru, dalam arti orang yang telah
mendidik dan mengajarkan.
Robert Hutehkins mengatakan bahwa manusia itu pada hakikatnya sama, maka
perlulah dikembangkan pendidikan yang sama bagi semua orang, ini disebut
pendidikan umum (general education). Melalui kurikulum yang satu serta proses
belajar yang mungkin perlu disesuaikan dengan sifat tiap individu, diharapkan
tiap individu itu terbentuk atas dasar landasan kejiwaan yang sama.
