Ontopologi perennialisme terdiri dari pengertian-pengertian seperti
benda individual, esensi, aksiden, dan substansi. Perennialisma membedakan
suatu realita dalam aspek-aspek perwujudannya. Benda individual disini adalah
benda sebagaimana Nampak dihadapan manusia dan yang ditangkap dengan panca
indera. Esesnsi dari suatu kualitas yang menjadikan atau menyebabkan benda itu
lebih intrinsik dari pada halnya. Adapun aksiden adalah keadaan-keadaan khusus
yang dapat berubah-ubah dan yang sifatnya kurang penting dibandingkan dengan
esensial. Sedangkan substansi adalah kesatuan dari tiap-tiap individu. Segala
yang ada di ala mini sperti halnya manusia, batu bangunan dasar, hewan,
tumbuh-tumbuhan dan sebagainya merupakan hal yang logis dalam karakternya.
I.R Poedjawijatna mengatakan bahwa esensi dari pada kenyataan itu adalah
menuju kea rah aktualitas, sehingga makin lama makin jauh dari
potensialitasnya. Jadi, dengan demikian bahwa segala yang ada di ala mini
terdiri dari materi dan bentuk atau badan dan jiwa yang disebut dengan
substansi, bila dihubungkan dengan manusia maka manusia itu adalah potensialita
yang di dalam hidupnya tidak jarang dikuasai oleh sifat eksistensi keduniaan,
tidak jarang pula dimilikinya akal, perasaan dan kemauannya semua ini dapat
diatasi.
