Yang dimaksud
dengan “guru” adalah tokoh-tokoh spiritual yang di pandang telah mencpai
pencerahan dan keheningan. Ada berbagai macam teknik dan metode yang digunakan
para guru. Karena ungkapan-ungkapan para guru sering kali terasa mendalam dan
berisi, orang kerap tergoda untuk menyebut mereka sebagai filsuf. Memang,
banyak di antara mereka yang pas dengan gambaran orang tentang filsuf, yakni
orang yang tua, bijak, dan berjanggut. Padahal ada perbedaan penting antara
guru dan filsuf.
Pertama,
para guru menawarkan keheningan, yaitu suatu kondisi jiwa penuh ketenangan
dan rasa lepas bebas yang tidak
terpengaruh oleh pasang surut kehidupan. Kedua,
meskipun para guru dapat membantu memberi pencerahan kepada kita, pernyataan
“kefilsafatan” mereka sebenarnya lebih merupakan suatu generalisasi psikologis tentang kodrat manusia. Ketiga, para guru memang memang
mengungkapkan banyak klaim filsafat.
Jadi, ada
beberapa perbedaan penting antara guru dan filsuf. Perbedaan-perbedaan itu dalam
dirinya sendiri sama sekali tidak mengimplikasikan apa pun mengenai manfaat
menjadi guru maupun menjadi filsuf. Mengikuti seorang guru atau bahkan menjadi
guru mungkin saja merupakan aktivitas yang sangat bernilai bagi seseorang.
Pengetahuan tentang perbedaan-perbedaan tersebut berguna untuk memperjelas atau
mengubah pandangan kita mengenai para guru maupun filsuf.