Sabtu, 03 Desember 2016

Implikasi Perkembangan Otak terhadap Pendidikan



Otak adalah sebuah sistem biologis manusia yang diciptakan Allah swt. Untuk mengindra dunia dan sekaligus memberikan berbagai tanggapan terhadapnya. Otak bukan sekedar suatu gumpalan keriput dalam tengkorak manusia, tetapi sesungguhnya otak menjalar ke seluruh tubuh. Otak menunjang hingga ke ujung sum-sum tulang belakang, lalu dari sum-sum tulang belakang ini keluarlah rangkaian serabut sel darah merah, hingga berdirinya bulu pada kulit jika merasa takut, semuanya diatur oleh sistem saraf. Tak satupun organ atau sel dalam tubuh kita yang lepas dari jangkauan otak (Mc Crane, 2003).

Perkembangan otak terjadi sejak mulai masa prenatal, yakni kira-kira 25 hari setelah konsepsi. Pada awal masa ini otak terlihat seperti tabung yang tidak rata dan sangat halus (Rayport 1992; Johnson, 1998). Tabung-tabung halus ini berisi sel-sel dan membentuk kantong-kantong dan ruang-ruang tersebut terbagi menjadi tiga ruang, yaitu forebrain (otak depan), mildbrain (otak tengah), hindbrain (otak belakang).
Otak adalah mata air yang seharusnya dialirkan secara berangsur-angsur, bukan sebagai wadah yang harus diisi secara penuh, demikian kata Gabriel Camyer. Bahkan Mahmud Al- Istanbul (2006) mengatakan, otak yang bagus bukan otak yang penuh sesak, tetapi otak yang sehat. Oleh karena itu, pendidikan seharusnya merupakan upaya mengembangkan segala potensi anak, melatih pengamatan dan pengambilan keputusan, merangsang pemikiran dan imajinasi, memperdalam pemahaman dan memperkuat konsentrasi.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang