a.
Sebagai pelaksana (executive)
Seorang
pemimpin tidak boleh memaksakan kehendak sendiri terhadap kelompoknya. Ia harus
berusaha memenuhi kehendak dan kebutuhan kelompoknya, juga program atau rencana
yang telah ditetapkan bersama.
b.
Sebagai perencana (planner)
Sebagai
kepala sekolah yang baik harus pandai membuat dan menyusun perencanaan sehingga
segala sesuatu yang akan diperbuatnya bukan secara sembarangan saja, tetapi
segala tindakan diperhitungkan dan bertujuan.
c.
Sebagai seorang ahli (expert)
Ia
haruslah mempunyai keahlian terutama yang berhubungan dengan tugas jabatan
kepemimpinan yang dipegangnya.
d.
Mengawasi hubungan antara anggota-anggota
kelompok (contoller of internal
relationship)
Menjaga
jangan sampai terjadi perselisihan dan berusaha membangun hubungan yang
harmonis.
e.
Mewakili kelompok (group representative)
Ia
harus menyadari, bahwa baik buruk tindakannya di luar kelompoknya mencerminkan
baik buruk kelompok yang dipimpinnya.
f.
Bertindak sebagai pemberi ganjaran / hukuman
dan pujian.
Ia
harus membesarkan hati anggota-anggota yang bekerja dan banyak sumbangan
terhadap kelompoknya.
g.
Bertindak sebagai wasit dan penengah (arbitrator and mediator)
Dalam
menyelesaikan perselisihan atau menerima pengaduan antara anggota-anggotanya ia
harus dapat bertindak tegas, tidak pilih kasih atau mementingkan salah satu
anggotanya.
h.
Pemegang tanggung jawab para anggota
kelompoknya
Ia
haruslah bertanggung jawab terhadap perbuatan-perbuatan anggota-anggotanya yang
dilakukan atas nama kelompoknya.
i.
Sebagai pencipta/memiliki cita-cita (idiologist)
Seorang
pemimpin hendaknya mempunyai kosepsi yang baik dan realistis, sehingga dalam
menjalankan kepemimpinannya mempunyai garis yang tegas menuju kearah yang
dicita-citakan.
j.
Bertindak sebagai ayah (father figure)
Tindakan
pemimpin terhadap anak buah/kelompoknya hendaknya mencerminkan tindakan seorang
ayah terhadap anak buahnya.
Apabila
kita meneliti lebih lanjut, maka dapat disimpulkan 10 peran di atas sama
seperti apa yang dikemukakan oleh Bapak Pendidikan kita “Ki Hadjar Dewantara”,
yang mengatakan bahwa pemimpin yang baik haruslah menjalankan peranan seperti “Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madyo Mangun
Karso, dan Ing Tut Wuri Handayani”.