Tujuan utama sebuah tulisan filsafat
tidak sama dengan berbagai makalah semesteran yang biasa Anda buat untuk mata
kuliah nonfilsafat. Tulisan filsafat lebih bersifat kritis. Sebuah karangan
filsafat kritis lebih dari sekadar menyajikan pendapat Anda sendiri atau
pandangan para filsuf belaka, melainkan di dalamnya Anda mempertanyakan dan
menggeluti permasalahannya, sambil berusaha sesedikit mungkin menerima apa
adanya.
Ada empat aturan utama yang harus
diikuti dalam menulis karangan filsafat kritis.
1.
Anda harus cukup
memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah dan ide-ide kuncinya.apakah
berbagai istilah sulit sudah didefiniskan secara mencukupi? Apakah teori-teori
telah disampaikan dan disajikan dalam bahasa yang jelas?
2.
Anda harus menguji
logika argumen-argumen, entah mendukung entah menentang teori yang dipaparkan.
Apakah pengambilan kesimpulannya sahih? Apakah premis-premisnya benar?
3.
Anda perlu menguji
teori dengan menggunakan metode-metode tertentu.apakah asumsi-asumsinya tepat?
Apakah konsekuensi-konsekuensinya masuk akal?
4.
Anda harus mendukung
pernyataan-pernyataan Anda dengan alasan. Apakah klaim Anda didukung dengan
argumen-argumen? Apakah klaim tersebut ditarik dari klaim-klaim sebelumnya?
Singkatnya,
dalam tulisan filsafat yang kritis Anda
berpikir dengan menggunakan pemikiran Anda sendiri.
Di kalangan mahasiswa yang sedang belajar filsafat, kadang muncul
keraguan jangan-jangan tulisan mereka akan dinilai oleh dosen menurut keyakinan
pribadi sang dosen sendiri. Bahwa dosen setuju atau tidak sependapat dengan
pandangan Anda, itu tidak boleh mempengaruhi penilaian secara objektif terhadap
tulisan Anda. Bahkan, kebanyakan dosen cenderung lebih suka jika Anda mendukung secara rasional suatu teori
yang mereka anggap salah, daripada jika Anda sekadar menyajikan pandangan yang menurut mereka memang benar.