Dalam pengetahuan kekhilafa terjadi
karena kesalahan pengambilan kesimpulan yang tidak runtut terhadap
pengalaman-pengalaman. Jadi dalam hal ini khilaf muncu karena adanya
peranggapan atau pernyataan yng sudah dianggap benar secara umum. Erat
hubungannya dengan masalah kekhilafan ini pendapat Francis Bacon (1561-1626)
degan teorinya yang terkenal yang dinamakan idola yang tercermin dalam bentuk
ilusi dan projudice yang
menyelewengkan pemikiran ilmiah. Idola tersebut antara lain sebagai berikut.
1.
Idola
teatri (sanduwara), yaitu sesuatu yang sering
dilihat oleh seseorang atau selalu tampak dalam kehidupan sehari-hari,
lama-kelamaan tanpa disadari dan diselidiki dianggap sebagai kebenaran.
2.
Idola
fori (pasar), yaitu keadaan dalam pikiran
seseorang yang menyebabkan pikirannya tidak dapat berfungi dengan baik, karena
orang tersebut hanya melihat sesuatu dari segi bentuk atau luarnya saja.
3.
Idola
specus (gua), yaitu suatu idola yang
diakibatkan oleh individualitas manusia. Seseorang seolah-olah berada dalam
tempat yang gelap seperti di dalam gua, hal ini terjadi karena tidak didukung
oleh lingkungan, pendidikan, dan karakter yang baik, sehingga orang ini selalu
terkungkung dengan keterbatasan dirinya yang menyebabkan dirinya tidak memahami
segala sesuatu dengan baik.
4.
Idola
tribus, yaitu idola yang diakibatkan oleh
kodrat manusiawi sehingga orang yang terkena idola ini tidak dapat memahami apa
yang dihadapinya. (Abbas Hamami Mintaredja, 1980, hlm, 18-19)