Sabtu, 03 Desember 2016

FILSAFAT DAN MATEMATIKA? BERHUBUNGANKAH?



            Sebagai orang yang ada di lingkungan matematika dan sedang belajar filsafat, tentunya terbersit dalam pikiran saya ‘ada gak ya hubungannya antara filsafat dan matematika?’ akhirnya saya pun mencari tau dan mendapatkan pembahasannya.
            Banyak orang berpendapat bahwa filsafat dan matematika tidak memiliki hubungan sama sekali. Namun, jika kita mengkajinya maka kita akan menemukan hubungan keduanya. Seperti yang diungkapkan oleh The Lieng Gie (1999) bahwa filsfat dan matematika merupakan dua bidang rasional yang memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak diragukan lagi (saling berkaitan). Betapa kelirunya pendapat yang menyatakan bahwa filsafat dan geometri (salah satu cabang matematika ) sesungguhnya lahir pada masa yang sama, dari bapak yang sama dan dari pikiran orang yang sama bernama Thales.

            Seorang ilmuwan dewasa ini Wesley Salmon yang menulis buku Space, Time, and Motion: A Philosophical Introduction atau sebuah pengantar filsafat tentang ruang, waktu, dan gerak yang memberikan berkomentar/ penilaian tentang filsafat dan geometri dinyatakan sebagai the twin sisters (saudari kembar). Matemaika dan filsafat memiliki hubungan yang cukup erat, dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainya. Alasanya, filsafat merupakan pangkal untuk mempelajari ilmu dan matematika adalah ibu dari segala ilmu. Ada juga yang beranggapan bahwa filsafat dan matematika adalah ibu dari segala ilmu yang ada.
            Hubungan lainnya dari matematika dan filsafat karena keduanya bersifat apriori dan tidak eksperimentalis. Hasil dari filsafat dan matematika tidak memerlukan bukti secara fisik, melainkan hanya abstraksi dari sifat benda dan proses analisisnya. Sehingga, menurut The Liang Gie menyebutkan bahwa sangat keliru jika dikatakan bahwa filsafat merupakan ayah atau ibu dari matematika. Matematika tidak pernah lahir dari filsafat, melainkan keduanya berkembang bersama-sama dengan saling memberikan persoalan-persoalan sebagai bahan masukan dan umpan balik.
            Memang tidak bisa dipungkiri bahwa pro dan kontranya pendapat para ilmuwan tentang filsafat dan matematika tergantung dari sudut pandang mana yang mereka kaji. Tetapi yang pastinya penulis mencoba secra objektif untuk melihat kebenaran secara historis sebagaimana perkembanganya yang telah dicatat dalam sejarah peraban manusia, khususnya yang dipelopori oleh filosof-filosof yang tidak asing lagi di kenal di kalangan peneliti filsafat dan matematika. Sebagaimana dalam perkembangan sejarah manusia, kedua saudara kembar tersebut yaitu filsafat dan matematika tumbuh dan berkembang secara bersama-sama di bawah asuhan dan dipelopori oleh para filosof termasyhur yaitu sebagai berikut:
1.      Thales (624-546 SM)
Thales berasal dari Miletus (terletak di pantai barat negara Turki sekarang), Thales merupakan seorang perintis matematika dan filsafat Yunani. Lahir dan meninggal di kota kecil Miletus yang menjadi pusat perdagangan.
2.      Phytagoras (572-497 SM)
Phytagoras lahir di pulau Samos daerah Ionia dan dikenal sebagai The Father of Number (bapak bilangan), dia memberikan sumbangan yang penting terhadap filsafat dan ajaran keagamaan pada akhir abad keenam SM.
3.      Euclides (± 300 SM)
Euclid adalah tokoh filosof dan matematikawan dari Yunani. Karyanya mengenai matematika dan ilmu ukur yang berjudul The Elements adalah warisan penting bagi dunia yang banyak berisi tentang geometri.
4.      Zeno dari Elea (490-430 SM)
Zeno dari Elea adalah seorang filsuf dari mazhab pemikiran eleatik Yunani. Sebagai seorang anggota dari sekolah eleatik filsafat, ia terkenal di seluruh zaman untuk argumen logis ketat dan menghancurkan yang digunakan untuk menunjukkan absurditas dn kontradiksi dari lawan-lawannya.
5.      Plato (427-347 SM)
Plato dilahirkan di Athena, di tengah-tengah lingkungan Aristokrat. Saat masih muda ia merencanakan untuk memasuki kehidupan politik tetapi ia membatalkan maksudnya ketika Sokrates yang ia kagumi dihukum mati oleh negara. Setelah Sokrates meninggal, dia sempat meninggalkan Athenabeberapa tahun dan kembali pada tahun 387 SM. Pada tahun tersebut dia mendirikan sekolah terbesar yang bernama Academy.
6.      Archimedes (287-212 SM)

Archimedes dari Syracusa yang belajar di kota Alexandria, Mesir. Archimedesadalah seorang filsif, matematikawan, astronom, fisikawan, dan insinyur berbangsa Yunani.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang