Sabtu, 03 Desember 2016

Tradisi Progresif dalam Pendidikan

Satu hal dari pemikiran ini adalah tradisi sekolah pribadi yang ‘progresif’, mencakup A. S. Neill (1968) dan Dartington Hall (Meighan, 1985). Bagaimanapun juga pengaruh utama dari tradisi progresif telah menjadi pendidikan utama di Inggris. Hal ini telah banyak membantu dua laporan pendidikan, laporan Hadow (1931) dan laporan Plowden (1967), (Blenkin dan Kelly, 1981). Laporan Hadow memberikan sebuah artikulasi tradisi progresif yang sangat berpengaruh dalam pendidikan dan penolakan tradisi sekolah dasar oleh pelatih industry. Pembangunan pandangan tentang masa anak-anak dibahas di atas, laporan menegaskan proses pendidikan sebagai sesuatu yang aktif mencari tahu dari pada penerimaan pengetahuan secara pasif.

Kurikulum diajarkan dalam istilah aktivitas dan pengalaman dari pada pengetahuan yang diperoleh dan fakta yang disediakan. Tujuannya seharusnya untuk mengembangkan kekuatan fundamental manusia dalam seorang anak.                   (Laporan Hadow, 1931, halaman 93)
Pendidik progresif ‘gaya sastra romantis bebas’ (Richards, 1984) menerima ekspresi terpenuhnya, sebaik dukungan terkuatnya, dalam laporan Plowden (1967).
Pada jantung proses pendidikan yang ada pada anak. Tidak ada kemajuan pada kebijakan, tidak ada penerimaan perlengkapan yang telah mereka inginkan untuk akibatnya kecuali kalau mereka dalam keselarasan dengan alam anak, kecuali kalau mereka pada dasarnya dapat diterimanya.
(Laporan Plowden, 1967, dikutip dari Polllard, 1987, halaman 1)
Sebuah sekolah tidak hanya mengajar berbelanja, tapi juga [membawa] nilai dan sikap. Sekolah merupakan sebuah komunitas di mana anak-anak pertama kali hidup dan masa terpenting sebagai anak-anak dan bukan sebagai masa depan dewasa… sekolah dengan bebas menentukan lingkungan yang tepat untuk anak-anak, mengizinkan mereka untuk menjadi diri mereka sendiri dan berkembang pada caranya dan pada langkah yang tepat untuk mereka… Hal ini memberikan tekanan tertentu pada penemuan diri, pada pengalaman pertama dan pada kesempatan untuk kerja kreatif. Hal ini menuntut bahwa pengetahuan tidak jatuh dalam sesuatu yang terpisah dan bahwa pekerjaan dan bermain tidak berlawanan tapi saling melengkapi.
(Laporan Plowden, 1967, dikutip dari Richards, 1984, halaman 71)
Sehingga seperti ringkasan kritik Peters, laporan Plowden menunjukkan pandangan bebas/maju bahwa anak memiliki sebuah ‘dasar’ yang ‘berkembang’ dalam lingkungan yang tepat, dan pengarahan diri (mencakup pengaturan diri dan penemuan) merupakan bagian penting dari perkembangan ini, bahwa pengetahuan tidak dipindah dan kurikulum harus dihubungkan untuk menanggapi hal ini, dan guru harus menjadi seorang pemandu, seorang penunjuk lingkungan dari pada seorang pelatih, memungkinkan anak untuk memulai dari penemuan ke penemuan ketika mereka ‘siap’ dengan sedikit campur tangan.

 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang