Perkembangan yang dialami peserta didik membawa
mereka ke arah kematangan. Kematangan ini akan tercapai jika sudah menemukan
pegangan atau nilai-nilai yang mereka cari, yaitu menjelang berakhirnya masa
remaja atau mulainya masa dewasa.
Kematangan fisik atau jasmani terjadi setelah
berhentinya pertumbuhan yang terjadi dengan pesat, sehingga anak laki-laki akan
kelihatan berjalan tegap karena dada dan bahunya semakin bidang, sedangkan anak
perempuan berjalan melenggang karena pinggulnya membesar. Kematangan sosial
ditandai oleh sikap sosial yang mantap sebagai anggota masyarakat dan anggota
keluarga yang mulai merasakan adanya tanggungjawab baik sebagai pribadi ataupun
sebagai anggota masyarakat. Kematangan emosional ditandai oleh stabilnya emosi
sehingga ledakan-ledakan yang sering terjadi semakin berkurang dan bahkan
berhenti sama sekali.
Kematangan (maturation) adalah urutan perubahan yang
dialami individu secara teratur yang ditentukan oleh rancangan genetiknya
(Santrock dan Yussen, 1992: 20). Para ahli psikologi perkembangan menekankan
unsur kematangan atau pembawaan mengklaim warisan biologis sebagai unsur yang
paling mempengaruuhi perkembangan anak. Pengalaman merupakan peristiwa yang
dialami oleh individu dalam berinteraksi dengan lingkungan. Disini pengalaman
dianggap sebagai unsur lingkungan, yakni sebagai pengalaman-pengalaman
environmental yang diperoleh dalam kehidupan.