Sabtu, 03 Desember 2016

Problematika Kurikulum 2013


Berbagai wacana berkembang di masyarakat terkait Kurikulum 2013 sangat marak, tentunya berdasarkan pada sudut pandang mereka. Banyak persepsi yang perlu dihargai sebagai bagian dari proses pematangan kurikulum yang sedang disusun.  Kurikulum ini merupakan terobosan baru dari kurikulum sebelumnya yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Alasan perubahan kurikulum KTSP menjadi Kurikulum 2013 banyak berbagai alasan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh menemukan pasalnya, hasil studi lembaga survei pendidikan Internasional, TIMSS dan PIRLS 2011 tidak menunjukkan perkembangan yang signifikan terhadap kemampuan siswa di Indonesia. Selain itu evaluasi kurikulum pendidikan saat ini terlalu membebani siswa. “Dari evaluasi nanti diharapkan bisa ditemukan formulasi sesuai standar kompetensi”, katanya. 

Dengan adanya hal tersebut yang menyebabkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan semakin memantapkan langkah untuk mengganti KTSP dengan kurikulum baru pada tahun 2013. Kurikulum 2013 ini rencananya diterapkan mulai tahun ajaran 2013/2014 pada berbagai jenjang mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK. Untuk jenjang sekolah dasar sederajat, akan diamputasi 2 mata pelajaran yakni mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)  dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), jadi nantinya untuk SD sederajat hanya ada mata pelajaran atau bidang studi, yakni:
a.       Pendidikan agama
b.      Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKN)
c.       Bahasa Indonesia
d.      Matematika
e.       Seni budaya
f.       Pendidikan jasmani dan kesehatan.
Pengurangan mata pelajaran untuk tingkat atau jenjang SD sederajat ini dilakukan oleh pemerintah dengan tujuan agar peserta didik atau para siswa tidak terlalu terjejali oleh banyaknya mata pelajaran yang mereka dapatkan di bangku sekolah. Diharapkan dengan pengurangan ini, kecerdasan para siswa akan terasah tanpa disertai beban dengan banyaknya mata pelajaran yang mereka terima di sekolah.
Saat ini yang ramai diperbincangkan di media massa terkait perubahan kurikulum adalah masalah pengurangan mata pelajaran dan penambahan jam belajar. Secara mendasar, ada empat elemen perubahan dalam Kurikulum 2013, yakni standar kompetensi lulusan, standar isi (kompetensi inti dan kompetensi dasar), standar proses, dan standar penilaian. Penyempurnaan standar kompetensi lulusan memperhatikan pengembangan nilai, pengetahuan, dan keterampilan. Secara terpadu dengan fokus pada pencapaian kompetensi.
Dalam bahasan kurikulum yang akan dicanangkan tersebut masih menuai banyak perdebatan. Di kalangan praktisi pendidikan masih menimbulkan pro dan kontra. Pihak yang mendukung kurikulum baru menyatakan bahwa Kurikulum 2013 nantinya akan memadatkan pelajaran sehingga tidak membebani siswa. Selain itu, kurikulum ini akan memfokuskan pada tantangan masa depan bangsa dan tidak memberatkan guru dalam penyusunan KTSP. Sedangkan pihak yang kontra menyatakan bahwa kurikulum justru kurang fokus karena menggabungkan mata pelajaran IPA dengan bahasa Indonesia di SD. Padahal kedua mata pelajaran memiliki substansi pokok yang berbeda. Akan tetapi hampir semua orang setuju atas alasan di balik perubahan kurikulum. Hal ini dipertegas lagi bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupaya kembali pada tujuan mulia pendidikan yaitu tak hanya mencecoki siswa dengan pengetahuan, tapi juga membentuk karakter mereka.

Dari pihak kontra memberikan argumen kembali bahwa memang nantinya mata pelajaran yang akan diajarkan tersebut dibuat lebih sederhana. Akan tetapi tingkat pemahaman dan pengetahuan yang dimiliki oleh siswa akan semakin berkurang akibat keterpaduan mata pelajaran tersebut.
 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang