Sabtu, 03 Desember 2016

Ideologi Perubahan Sosial


Terakhir, ada ideologi perubahan sosial dari pendidik publik. Pandangan ini mengakui keberadaan dan ketidaksamaan dari hirarki kelas sosial pyramidal, namun berusaha mengubahnya untuk mencapai kebenaran sosial. Pandangan ini berusaha menghancurkan siklus reproduktif dalam pendidikan, baik yang kaku maupun yang progresif dengan secara terbuka mengakui keberadaannya dan mempromosikan pendidikan emancipatory. Skali lagi, matematika, kemampuan dan masyarakat dihubungkan  dengan ideologi ini, namun dengan ketidak-stabilannya, sifatnya yang bisa ditempa dan penolaknnya atas struktur hirarkis yang pasti.
Teori matematika merupakan teori perubahan konseptual, konstruktivisme sosial. Hal ini diterjemahkan dalam teori pengetahuan  matematika yang fleksibel yang bisa didaptasi untuk melayani pelajar dan konteks sosialnya; hal ini dikaitkan dengan teori aliran dari kemampuan matematis, yang berkaitan dengan zona pengembangan proximal bukan stereotip level ‘kemampuan’; juga dengan teori perubahan sosial dari masyarakat, kelas dan karyawan. Sehingga ada penyesuaian antara semua teori ini, namun hanya ada satu yang mengakui perubahan dan menolak struktur hirarkis yang tetap, baik yang kaku maupun yang progresif.
          Secara keseluruhan, dinyatakan bahwa dalam kelima pandangan tersebut banyak elemen ideologi yang bekerja secara harmonis untuk mencapai tujuan sosial, jelas ataupun tidak. Teori matematika, kurikulum, pedagogi, kemampuan dan masyarakat semuanya sama, baik bersifat hirarkis atau berorientasi pada perubahan. Bentuk pendidikan matematika memainkan peran yang sangat penting dalam reproduksi (atau menantang) hirarki sosial, namun hanya salah satu dari beberapa elemen, yang memasukkan filosofi matematika dan teori pengetahuan matematika. Epistimologi dan isi pendidikan memainkan peran yang sangat penting dalam menciptakan atau mengubah hirarki sosial. Di luar itu, telah ditunjukkan bahwa model tunggal dari reproduksi sosial tidak akan memenuhi. Kelompok ideologis yang berbeda berusaha untuk mereproduksi hubungan sosial secara berbeda. Dalam prakteknya, hasil merupakan campuran yang kompleks dari kekuatan ini, sesuai dengan kekuatan mereka dan berdasarkan kekuatan lain yang muncul dari sistem pendidikan atau masyarakat. Hal baru dari hal ini adalah kaitannya dengan konsepsi hirarkis dalam istilah yang berbeda dan menunjukkan bahwa mereka bekerja sama untuk memenuhi tujuan dan kepentingan sosial.
          Akhirnya, kembali pada kurikulum nasional dalam matematika kita bisa mengidentifikasi dalam konsepsi hirarkis tentang matematika dam kemampuan, dan menyimpulkan pandangan matematika serta masyarakat, sebagai  bahan posisi reporduktif. Tahu bahwa ideologi menjadi penyokong perkembangan merupakan gabungan dari posisi hirarkis yang kaku dan progresif, terbukti bahwa tujuan kurikulum, baik implisit maupun eksplisit, merupakan reproduksi sosial. Karena hal ini melibatkan kesempatan penolakan dan perwujudan potensi manusia, maka sangat anti pendidikan, menurut Noss.       


 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang