Apa saja yang dapat dianggap sebagai
karya atau tulisan filsafat tentunya sangat tergantung pada apa saja yang dapat
dianggap sebagai filsafat. Sebuah buku yang tidak mengandung istilah “filsafat”
tidak bisa dijadikan unsur dasar untuk menduga bahwa di dalamnya kita tidak
akan menemukan gagasan-gagasan filsafat yang menarik. Buku-buku filsafat dapat
dikelompokkan ke dalam dua jenis, yaitu karya primer dan karya sekunder.
Karya-Karya Primer
Dalam karya primer filsafat, penulis
menyajikan argumen-argumen dan pandangan-pandangan yang orisinal tentang suatu
topik tertentu. Dengan alasan ini, karya primer filsafat juga disebut “karya
orisinal” filsafat. Karya primer bisa mulai dengan ide sang penulis sendiri
ataupun dengan ide orang lain, tetapi tujuannya adalah untuk mencapai suatu
kebenaran berkenaan dengan ide itu. Siapa yang pertama kali mengungkapkan ide
tersebut, ataupun bagaimana orang lain memahami ide tersebut sepanjang sejarah,
tidaklah terlalu penting dalam suatu karya primer. Karya primer filsafat
berwujud 3 macam: buku, artikel, dan antologi.
Karya-Karya Sekunder
Karya-karya sekunder kadang disebut
“komentar”, berfungsi sebagai tuntunan untuk mengkaji karya primer. Isinya
dapat berupa pemaparan pandangan para filsif, dapat juga mencakup
pertanyaan-pertanyaan relevan mengenai detail historis. Karya sekunder juga
bisa berkenaan dengan persoalan interpretasi. Selain itu dapat juga berupa
usaha menjawab atau mengkritisi pernyataan yang disampaikan oleh para filsuf
atau kritikus lain.
Berkaitan dengan karya sekunder, ada
satu nasihat. Sebaiknya Anda menunda niat membaca karya sekunder sampai Anda
telah membaca karya aslinya. Namun, ada jenis karya sekunder yang dapat
dikecualikan dari nasihat tersebut, yaitu karya sekunder yang berisi ringkasan
mengenai berbagai permasalahan, kritik, dan pandangan umum dalam filsafat,
tanpa mengklaim mewakili pandangan filsuf tertentu.