Sabtu, 03 Desember 2016

Masalah-masalah dan penyelidikan ; Beberapa Perbedaan


Pemecahan masalah dan peneletian kerja telah tersebar kebagian retorika pada pendidikan matematika Inggris sejak Cockroft(1982). Seluruh dunia, pemecahan masalah dapat ditiru(dicari) kembali belakangan, sekurang-kurangnya ke Brownell(1942) dan Poya (1945).kemungkinan lekas (cepat).
            Satu dari kesulitan-kesulitan dalam mendiskusikan masalah-masalah dan peneletian adalah bahwa konsep-konsep ini tidak jelas (belum terpecah) dan dimengerti berbeda oleh penulis yang berbeda. Bagaimana ada persetujuan bahwa keduanya berhubungan dalam penyelidikan matematika.Namun, ada sejumlah perbedaan pendahuluan yang mana dapat berguna berlaku keduanya. Karena itu mungkin untuk membedakan objek penyelidikan, proses penyelidikan dan penyelidikan berdasarkan pedagogik.

1.      Obyek Penyelidikan
Obyek penyelidikan adalah salah satu dari masalahnya atau memulai batas penelitian. Satu defenisi dari  sebuah masalah adalah satu situasi yang individu atau sekelompok yang dipanggil untuk melakukan satu tugas yang mana tidak ada alogarithm dapat diperoleh dengan mudah menentukan pemecahan metode dengan sempurna. Alogarithm itu harus ditambah bahwa definisi ini mengangggap satu keinginan tersendiri atau kelompok untuk melakukan tugas (Laster 1980 hal 287). Defifnisi ini menunjukkan ketidakrutinan sifat-sifat dari masalah-masalah seperti tugas-tugas yang membutuhkan kreatifitas untuk masalahnya.
Khususnya, hubungan antar tujuan guru dan pelajar adalh kompleks dan itu tidak mungkin untuk  dipindahkan secara sederhana dari satu ke yang lainnya dengan perintah.
Konsep suatu penyelidikan adalah problematika untuk dua alasan. Pertama walaupun peneletian adalah suatu benda itu dijelaskan proses penyelidikan, namun sebuah defenisi kamus tentang penyelidikan adalah tindakan penelitian, pencarian, penyelidikan, ujian sistimatis, waktu, dan penelitian dengan hati-hati (Onion, 1944 hal 1040) Bagaimanapun dalam pendidikan matematika ada perubahan arti. Perubahan itu juga dipusatkan guru mengontrol terus dari permulaan sampai selesai. Kumpulan sebuah penelitian seperti tugas, dapat disamakan masalah yang ditentukan.
Masalah kedua adalah penyelidikan boleh dimulai dengan situasi atau pertanyaan matematika. Fokus perubahan kegiatan seperti pertanyaan-pertanyaan baru diajukan dan situasi baru dibangkitkan dan ditemukan. Kemudian obyek perubahan penyelidikan dan ditegaskan kembali oleh penyelidik.
2.      Proses penyelidikan
 Perbedaan obyek penyelidikan adalah proses peyelidikan itu sendidri. Walaupun ini tidak dapat dipisahkan seluruhnya, seperti yang telah kita lihat dalam hal penyelidikan. Jika sebuah masalah diteliti dengan sebuah pertanyan.proses pemecahan masalah matematika adalah kegiatan mencari sebuah jalan kecil untuk menjawab.


 

WELCOME TO IZOMAWL'S Template by Ipietoon Cute Blog Design and Bukit Gambang