Apakah kebenaran itu? Inilah
pertanyaan lebih lanjut yang harus dihadapi di dalam filsafat ilmu. Hal
kebanaran sesungguhnya memang merupakan tema sentral di dalam filsafat ilmu.
Secara umum orang merasa bahwa tujuan pengetahuan adalah untuk mencapai
kebenaran. Rasanya lebih tepat kalau pertanyaan kemudia dirumuskan menjadi
apakah pengetahuan yang benar itu?
Problematik mengenai kebenaran,
seperti halnya problematik tentang pengetahuan, merupakan masalah-masalah yang
mengacu pada tumbuh dan berkembangnya dalam filsafat ilmu. Apabila orang
memberikan prioritas kepada peranan pengetahuan, dan apabila orang percaya
bahwa dengan pengetahuan itu manusia akan menemukan kebenaran dan kepastian,
maka mau tidak mau orang harus berani menghadapi pertanyaan tersebut, sebagai
hal yang mendasar dan hal yang mendasari sikap dan wawasannya.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Purwadarminta ditemukan arti
kebenaran, yakni 1. Keadaan (hal dan sebagainya) yang benar (cocok dengan hal
atau keadaan yang sesungguhnya); misal, kebenaran berita ini masih saya
sangsikan; kita harus berani membela kebenaran dan keadilan. 2. Sesuatu yang
benar (sungguh-sungguh ada, betul-betul demikian halnya dan sebagainya); misal,
kebenaran-kebenaran yang diajarkan oleh agama. 3. Kejujuran; kelurusan hati; misal,
tidak ada seorang pun sangsi akan kebaikan dan kebenaran hatimu. 4. Selalu
izin; perkenanan; misal, dengan kebenaran yang dipertuan. 5. Jalan kebetulan;
misal, penjahat itu dapat dibekuk dengan secara kebenaran saja.
Semakin menarik saja ketika kita
membahas kebenaran, segala sesuatunya tampak sangat memancing kita untuk
berpikir dan berpikir kembali. Pada postingan selanjutnya saya akan coba
membahas kembali tentang kebenaran yang tentunya akan menambah wawasan kita
semua.